Masakan Tom Yam Semakin Digemari


Saat ini masakan Thailand telah mampu merambah dunia. Juga di Kota Pekanbaru, telah banyak masakan tersebut dijumpai diberbagai restoran dan Pusat Jajan Selera Rakyat (Pujasera), seperti di jalan Sultan Syarif Qasim, jalan Jendral Sudirman dan jalan Riau. Ternyata masakan khas negara gajah putih ini banyak disukai orang.

Orang-orang Thailand sendiri terbilang berhasil dalam mengangkat kekayaan kuliner mereka sebagai komoditi. Efeknya di Pekanbaru dan Indonesia banyak restoran ala Thailand bermunculan. Cita rasa bumbu masakan Thailand memang tidak berbeda jauh dengan Indonesia. Apalagi jika yang dimaksud adalah masakan bercita rasa pedas dan asam. Ini berkaitan dengan letak geografis kedua negara yang terpaut tidak jauh.

Bahkan kalau ditarik dari sisi sejarah, kedua negara ini memiliki hubungan yang dekat, terutama dalam perdagangan pada zaman dahulu kala. Ketika itu, salah satu komoditi perdagangan yang paling laris adalah rempah-rempah. Jadi tidak heran jika kedua negara ini memiliki bumbu masakan yang hampir sama.

Berbagai menu Thailand dapat dijumpai, antara lain wing angels, sate ayam, tom yum goong, dan gurame dengan saus spesial. Masakan Thailand kebanyakan mencampurkan empat macam rasa dasar, yaitu manis, pedas, asam, dan asin. Tom yum goong misalnya, dengan kuah yang begitu segar, pedas dan gurih.

Selain tom yum goong yang begitu terkenal, juga banyak menu lainnya yang mempunyai khas selera thai, seperti sate ayam khas Thailand. Meskipun bentuknya sama, sate khas Thailand ini memiliki rasa berbeda dengan sate ayam Indonesia yang menggunakan bumbu kacang. Sate ini lebih didominasi rasa manis karena diberi campuran madu.

Dengan daging yang empuk, dan yang pasti irisan daging lebih besar dibandingkan sate ayam Indonesia. Menu lainnya adalah ikan gurame yang disiram saus spesial. Sesuai namanya, rasa makanan ini benar-benar spesial, dengan bumbu saus yang kental berwarna merah. Tapi jangan terkecoh. Meski berwarna merah, rasa manis tetap mendominasi masakan ini. Satu suap ikan masuk ke dalam mulut, Anda akan merasakan kelembutan daging ikan yang empuk dengan bumbu meresap.

Cita rasa pedas memang menjadi ciri khas makanan Thailand. Hampir seluruh masakan negeri ini bercita rasa pedas, mulai dari sup, nasi goreng hingga masakan ikan atau daging. Karena itu cabai dan asam merupakan bumbu wajib yang terdapat di hampir seluruh masakan. Bahkan, sup terkenal asal Thailand yaitu tom yam, dalam bahasa setempat berarti sup asam pedas.

Tom yam memang berbeda dengan sup ala Indonesia. Rasanya jauh lebih pedas dan asam. Ini karena adanya penambahan jus lemon hingga rasanya asam. Bumbu lainnya adalah sereh dan daun ketumbar. Tom yam tak hanya berupa sup dengan ayam. Di Thailand, terdapat berbagai jenis tom yam. Ada tom yam gong (tom yam dengan udang), tom yam pla (tom yam dengan ikan), tom yam palay (tom yam dengan seafood seperti cumicumi, udang, dan ikan kakap), dan tom yam palai thong (tom yam dengan kepala ikan kakap).

Namun umumnya, isi tom yam adalah campuran berbagai jenis hidangan laut plus jamur. Tidak sulit bagi Anda yang berminat membuat tom yam. Terlebih dulu, Anda harus membuat bahan dasarnya yang disebut tom yam paste. Ini berupa gilingan cabai merah, cabai rawit, serta bahan-bahan lain sebagai bahan dasar untuk semua jenis tom yam. Tak hanya berciri khas pedas, masakan Thailand juga kerap menggunakan rempah-rempah daun segar seperti kemangi, seledri, daun jeruk, sereh, daun ketumbar, jahe, serta lengkuas.

Aneka rempah segar ini membuat aroma masakan sangat wangi. Keeksotisan masakan Thailand juga karena pengaruh China yang sangat kuat. Ini bisa dilihat dari cara memasaknya. Masakan Thailand diolah dengan api besar. Kompor yang digunakan disebut wok yaitu sejenis kompor dengan api yang sangat besar dan memakai blower. Cara memasak seperti ini dengan sendirinya memengaruhi cita rasa masakan dan membedakannya dengan masakan dari negara lain termasuk Indonesia.***



Selengkapnya...

Resep Dorayaki makanan doraemon


Semua pasti sudah pada tau kalo dorayaki itu kuenya Doraemon. Gak nyangka juga ternyata bikinnya gampang banget, kayak bikin pancake biasa trus tinggal dikasih isi selai kacang merah, jadi deh! Teksturnya lembut banget karena penggunaan telur yang lumayan banyak. Cuma sayang jadinya 8 buah pancake yang kalau ditumpuk dua berarti cuma dapat 4 buah dorayaki. Ini sih yang ngabisin anak-anak doang. Sebentar banget habisnya, untung masih bisa kefoto, hehehe.....


Saya pake wajan teflon kecil diameter 10 cm yang emang sengaja bawa dari Indonesia buat bikin pancake dan serabi. Baru kepikiran kemaren pas ngeliat resep kushidango itu juga lihat resep dorayaki, kayaknya bisa juga nih dipergunakan teflonnya. Hasilnya bagus banget deh, kayaknya bakalan bikin terus tapi jumlahnya didouble biar emaknya juga kebagian, hehehe....

Resepnya diambil dari sini. Untuk isinya saya pake kacang merah kalengan yang sudah lunak jadi cepet masak anko (selai kacang merah)-nya dan kasih gulanya juga sedikit karena sudah lumayan manis kacangnya juga. Kalo gak ada kacang merah kalengan, pake yang segar juga gak apa cuma direndam semalaman trus dikukus, dihaluskan, baru deh diolah jadi selai kacang merah. Atau kalau lebih gak mau repot yah beli jadi aja cuma saya gak tau nih belinya dimana, belum pernah nemu soalnya

Ingredients:
1 cup tepung terigu protein sedang
2/3 cup gula pasir
1/2 sdt baking soda
3 sdm air matang
3 butir telur
minyak untuk olesan teflon

Filling Anko (selai kacang merah) :
1 kaleng kacang merah (250 gr)
1/2 cup gula pasir
sejumput garam


Directions:
Pancake/Dorayaki
- Campur 1/2 sdt baking soda dengan 3 sdm air. Biarkan sebentar
- Aduk rata telur dan gula dengan menggunakan whisk atau bisa juga dimixer sampai tercampur rata, kental dan halus.
- Masukkan terigu sedikit demi sedikit ke dalam kocokan telur lalu masukkan campuran baking soda. Aduk rata. Diamkan sebentar sekitar 10 menit
- Panaskan teflon yang sudah diolesi sedikit minyak dengan api kecil . Tuang 1 sendok sayur adonan pancake lalu masak sampai matang. Ini kayak masak martabak manis, ada gelembung2 yang keluar saat adonan dimasak dan hasilnya pun berjaring-jaring. Masak sampai matang. Tidak perlu dibalikkan, kalo bagian atasnya sudah tidak berair langsung segera diangkat. Lakukan terus hingga adonan habis.

Selai kacang merah / Angko
- Campur semua bahan jadi satu dalam panci, masak dengan api kecil dan aduk terus sampai kacang merah hancur dan airnya menyusut/mengering. Sebaiknya masak sambil menekan-nekan kacang merahnya biar gampang hancurnya. Cicipi rasanya, bila kurang manis bisa tambahkan gula sesukanya. Jika sudah mengering, matikan api. Dinginkan

Penyelesaian :
- Ambil satu buah pancake lalu beri 1 sdm anko/selai kacang merah, ratakan dan tumpuk kembali dengan satu buah pancake
- Sajikan dengan segelas teh hijau hangat sambil nonton Doraemon :-p

Selengkapnya...

Bumbu desa


Bumbu Desa, dari namanya Anda dapat membayangkan sajian khas masakan pedesaan bumi Parahyangan, Jawa Barat. Memang benar, di resto ini Anda akan disajikan berbagai sajian khas makanan Sunda. Anda dapat menikmati makanan seperti sayur asam dan ikan gurame cobek dengan alunan musik Sunda yang khas. Setelah outlet pertamanya dibuka di Bandung, resto ini telah membuka cabang di berbagai kota di Indonesia. Anda dapat menjadikan Bumbu Desa sebagai salah satu tujuan wisata kuliner bagi Anda yang menggemari masakan khas Sunda. Apa saja yang menarik dari Bumbu Desa yang membuatnya berbeda dari wisata kuliner khas Sunda lainnya?


"Wilujeng Sumping" adalah sapaan hangat yang pertama kali akan Anda terima dari penerima tamu yang ramah, ketika memasuki Bumbu Desa. Ini adalah sapaan dalam bahasa Sunda yang berarti "Selamat Datang!" dan biasa digunakan sebagai sapaan akrab dan penuh kehangatan di antara penduduk desa bumi Parahyangan. Begitu memasuki restoran Bumbu Desa, Anda akan langsung merasakan nuansa pedesaan yang dikemas secara modern. Para pelayan atau pramusaji menggunakan pakaian khas warga desa seraya menunjukkan keramahtamahan kepada setiap pengunjung.

Wilujeng Sumping
Makanan Sunda Bumbu Desa

Bumbu Desa Sunda

Setelah itu, Anda akan diberikan nomor meja oleh penerima tamu. Dengan menggunakan nomor inilah Anda akan mulai memesan makanan di meja prasmanan atau meja display. Pada meja antrian, Anda bisa memilih berbagai menu khas makanan Sunda. Pada saat pertama memesan makanan, Anda akan ditawarkan tiga pilihan nasi, yaitu nasi putih, nasi liwet atau nasi merah. Setelah itu, Anda bisa memilih berbagai jenis lauk khas Sunda yang tersedia. Setiap makanan dilengkapi tulisan yang membuat Anda tidak bingung menentukan pilihan. Setelah memesan, Anda dapat langsung mengambil lalapan yang disertai beberapa jenis sambal ulek yang khas dan nikmat. Kemudian Anda tinggal menuju ke meja dengan nomor yang telah diberitahukan kepada Anda sembari menunggu makanan yang tadi Anda pesan diolah di dapur Bumbu Desa.

Sambil Anda menunggu masakan Anda siap, Anda bisa memesan minuman kepada para pelayan yang ramah. Anda pun akan menikmati waktu menunggu masakan Anda diolah sambil menikmati sajian khas alunan musik Sunda. Selain itu suasana interior Bumbu Desa juga dirancang seperti suasana pedesaan. Setiap outlet Bumbu Desa memiliki desain eksterior dan interior yang berbeda-beda dan dirancang agar pengunjung merasakan suasana pedesaan.
Makanan Khas Sunda

Menu yang cukup terkenal di sini adalah Gurame Cobek. Beberapa menu lainnya yang bisa Anda pesan dari resto Bumbu Desa adalah berbagai jenis ayam goreng seperti Ayam Goreng Laos, Ayam Goreng Bumbu Kecap, Usus Ayam Goreng dan Ati Ampela.

Berbagai jenis ikan dan udang juga tersedia di sini. Misalnya Anda dapat menikmati ikan air tawar yang khas di dataran tinggi Parahyangan seperti Ikan Gurame Goreng, Kere Ikan Mas maupun Ikan Mas Goreng. Selain itu Anda juga dapat memilih sajian khas dari Garut seperti Udang Rarong dan Ikan Paray yang merupakan ikan kecil yang sangat jarang dan dikembangbiakkan di daerah Garut maupun Jawa Barat. Anda pun dapat menikmati sajian seafood yang gurih seperti Udang Goreng Tusuk, Udang Peci, dan Cumi Goreng.

Makanan khas Sunda seperti Karedok dan Pencok Leunca dapat Anda nikmati di sini. Bagi Anda penggemar petai pun dapat menikmati sajian Petai Goreng ataupun Petai Bakar. Selain itu berbagai menu tumis seperti Tumis Kangkung, Tumis Genjer, Tumis Jamur, Tumis Leunca dan Tumis Cumi juga tersedia bagi Anda untuk menambah kelengkapan lauk makan Anda. Berbagai jenis pepes khas Sunda pun tersedia seperti Pepes Ikan Mas, Pepes Ikan Bawal, Pepes Ayam, Pepes Jamur, Pepes Nasi Bakar, Pepes Tahu, Pepes Teri dan Pepes Peda yang dibuat dari salah satu jenis ikan, yaitu ikan Peda. Untuk menu sayur, Anda dapat menikmati sajian khas Sayur Asem khas Sunda yang nikmat atau Sayur Lodeh.

Cukup lengkap menu makanan yang ditawarkan di Bumbu Desa. Di beberapa outlet ditawarkan menu khusus seperti Tutut yaitu siput sawah. Anda juga dapat memesan berbagai minuman yang nikmat seperti Es Cendol, Es Kelapa maupun jenis minuman khas buah-buahan lainnya.
Harga Makanan
Mengenai harga, Anda tidak perlu takut. Meski tampilan eksterior dan interiornya tergolong bagus, namun harganya terjangkau. Dengan kisaran harga antara Rp. 3.000 hingga Rp. 30.000 per menu, Anda dapat menikmati sajian khas Sunda yang nikmat. Misalnya untuk nasi merah, usus ayam goreng, udang goreng tusuk, petai, tempe bacem dan sayur asem, Anda cukup merogoh sekitar Rp. 45.000,-.
Hatur Nuhun

Setelah kenyang menikmati sajian khas makanan Sunda di Bumbu Desa, Anda kembali disapa dengan ungkapan khas Sunda "Hatur Nuhun" ketika menuju pintu keluar. Artinya "Terima kasih" karena telah mengunjungi Bumbu Desa.


Bumbu Desa
Terdapat di beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Denpasar, Makasar dan Cirebon.
Bandung, Jawa Barat

* Jl. Laswi No. 1 - kedai pertama Bumbu Desa
* Jl. Pasir Kaliki No. 160
* Rumah Mode, Jl. Setiabudi No. 41


Jakarta

* Jl. Suryo No. 38, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
* Jl. Cikini Raya No. 72, Jakarta Pusat
* Jl. Boulevard Artha Gading Blok A2, Jakarta Utara
* Jl. Pluit Putra Raya No. 16, Jakarta Utara
* Jl. Raya Panjang kav 10, Jakarta Barat


BSD Serpong, Banten

* Jl. Raya Serpong BSD Sektor 4


Bogor, Jawa Barat

* Jl. Pajajaran No. 18


Surabaya, Jawa Timur

* Jl. R.A. Kartini No. 59


Sidoarjo, Jawa Timur

* Jl. A. Yani No. 41 D


Cirebon, Jawa Barat

* Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo No. 207


Makasar, Sulawesi

* Mall Panakukang Ged. C, GF C-1 12-16


Denpasar, Bali

* Jl. Raya Puputan No. 42, Renon


Bumbu Desa
Selengkapnya...